CIMB Niaga Bank adalah perusahaan publik yang bergerak dibidang perbankan. PT. Bank CIMB Niaga Tbk. merupakan perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di papan utama, dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar 29 trilliun rupiah. Dilihat dari segi aset, pengumpulan dana masyarakat, umlah kredit, dan jumlah jaringan kantor atau cabang, perusahaan ini merupakan bank terbesar kelima di Indonesia. Saham CIMB Niaga Bank diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia di bawah ticker BNGA and ISIN Code ID1000098007. Sementara itu Dan ticker CIMB Niaga di Bloomberg dan Reuters adalah BNGA IJ and BNGA JK.
Pada tahun 1989, bank ini menjadi perusahaan terbuka dengan masuk ke Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Pada tahun 1990-an, Bank Niaga terkena dampak krisis ekonomi yang mendera Indonesia, hingga pemerintah Indonesia melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) mengakuisisi saham Bank Niaga dan menjadi pemegang saham mayoritas. Pada tahun 2002 CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Group Holdings) mengakuisisi saham mayoritas Bank Niaga dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Kemudian pada bulan Agustus 2007, CIMB Group mengambil alih seluruh kepemilikan Saham Bank Niaga. CIMB Group juga menjadi pemegang saham tunggal LippoBank, sehingga pada bulan Mei 2008, kedua bank tersebut merger dan berganti nama menjadi Bank CIMB Niaga. Penggabungan kedua bank tersebut merupakan prestasi besar dalam perbankan di Asia Tenggara. CIMB Bank Niaga kini menawarkan layanan koprehensif kepada masyarakat Indonesia, masyarakat Indonesia dapat memilih produk-produk lebih luas dari berbagai bidang, yaitu ritel, UKM dan korporat, serta transaksi pembayaran.
Tentang CIMB Niaga Bank
CIMB Niaga Bank berdiri pada tanggal 26 September 1955 dengan nama Bank Niaga. Dengan komitmen yang kuat untuk melayani nasabah dan profesionalisme tinggi di bidang perbankan, bank ini mendapatkan respon yang cukup baik oleh masyarakat Indonesia. Bahkan dikenal cukup luas sebagai bank domestik dengan produk dan layanan berkualitas. Bahkan pada tahun 1987, bank ini menjadi pelopor teknologi ATM di Indonesia. Pencapaian tersebut menjadikan Indonesia masuk ke dalam dunia perbankan modern. Bank Niaga terus memimpin bank-bank domestik dari segi penerapan teknologi perbankan, hingga pada tahun 1991, Bank Niaga mempelopori teknologi layanan perbankan online di Indonesia.Pada tahun 1989, bank ini menjadi perusahaan terbuka dengan masuk ke Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Pada tahun 1990-an, Bank Niaga terkena dampak krisis ekonomi yang mendera Indonesia, hingga pemerintah Indonesia melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) mengakuisisi saham Bank Niaga dan menjadi pemegang saham mayoritas. Pada tahun 2002 CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Group Holdings) mengakuisisi saham mayoritas Bank Niaga dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Kemudian pada bulan Agustus 2007, CIMB Group mengambil alih seluruh kepemilikan Saham Bank Niaga. CIMB Group juga menjadi pemegang saham tunggal LippoBank, sehingga pada bulan Mei 2008, kedua bank tersebut merger dan berganti nama menjadi Bank CIMB Niaga. Penggabungan kedua bank tersebut merupakan prestasi besar dalam perbankan di Asia Tenggara. CIMB Bank Niaga kini menawarkan layanan koprehensif kepada masyarakat Indonesia, masyarakat Indonesia dapat memilih produk-produk lebih luas dari berbagai bidang, yaitu ritel, UKM dan korporat, serta transaksi pembayaran.